Review: Kumpulan Film Ghibli yang Kurang Populer (Recommended!) (Part 1)

Akhir-akhir ini nama Makoto Shinkai sedang naik daun berkat kesuksesan film karyanya, Kimi No Nawa (Your Name). Saking melejitnya, nama beliau sering dibanding-bandingkan dengan Hayao Miyazaki; bahkan banyak yang mengagungkan (baca: mendewakan) Shinkai-sensei dengan membuat artikel atau berpendapat kalau Kimi No Nawa lebih bagus dari Spirited Away-nya Miyazaki-sensei. Hal ini lumayan menggangguku no talking sebab: 1. Menurutku Kimi No Nawa itu excellent, but lacking the story (too mediocre) sehingga tidak membekas di hati—belum pantas disandingkan dengan film bikinan Ghibli 2. Orang-orang selalu mengaitkan Ghibli dengan Miyazaki, seakan Takahata dan juga director lainnya hanyalah butiran debu d'oh 3. Film bikinan Ghibli bukan cuma Spirited Away, My Neighbour Totoro, dan Grave of Fireflies! Duh, aku sayang kalian semua. calm down crazy rabbit

Karena sebab-sebab di ataslah aku memutuskan untuk merangkum film-film Ghibli yang kurang populer dalam sebuah list. Supaya referensi kalian soal film Ghibli lebih luas gitu. smug Continue reading

Advertisements

Review: War & Peace (2016, TV Mini-Series)

Holaaa guys and gurls! Kali ini aku akan me-review mini-series keluaran 2016 berjudul War and Peace. Ada yang sudah nonton belum?

Series ini merupakan adaptasi dari novel klasik fenomenal berjudul sama yang ditulis oleh sastrawan kenamaan Rusia bernama Leo Tolstoy. Kenapa novel ini fenomenal? Sebab War and Peace adalah salah satu novel terpanjang dalam sejarah sastra. Tebal bukunya itu loh, 1392 halaman! Belum lagi tema yang diangkat menjadi cerita lumayan kompleks, yakni mengenai peperangan dan intrik para keluarga aristokrat paling berpengaruh di Rusia; menjadikan buku ini semakin ‘sulit’ dibaca. Selain itu, dikarenakan ketebalan dan kejadulannya—serta minat terhadap sastra yang cenderung rendah, terbilang sulit untuk menemukan dan memiliki hardcopy novel ini di Indonesia (dan mungkin negara lain). Maka tidak heran bagi kalangan penyuka sastra menyelesaikan War and Peace merupakan kebanggaan tersendiri (read: bisa nyombong). tongue Continue reading

Review: Emma (2009, TV mini-series)

Banyaknya waktu nganggur dari Desember kemarin bikin aku sering nyuri kesempatan download film sebanyak-banyaknya selagi nggak ada trio Brothers nyaahahaha. devil

Kebetulan pada suatu Sabtu aku mampir ke Gramedia, waktu itu sih niatnya mau beli Death Cure (seri ketiga dari trilogy Maze Runner)… Tapi tiba-tiba terbesit keinginan buat cek novel-novel romance image Saat itu pula aku liat ternyata ada Pride and Prejudice keluaran terbaru! Covernya beda, edisi  khusus untuk di Indonesia gitu aaaaakkkk sebel banget! Harganya mahal 99k sad sedangkan aku sudah bertekad untuk ngirit dan namatin Maze Runner dulu.

Terus aku liat buku lainnya Jane Austen yang berjudul Emma. Continue reading