Review: Kumpulan Film Ghibli yang Kurang Populer (Recommended!) (Part 1)

Akhir-akhir ini nama Makoto Shinkai sedang naik daun berkat kesuksesan film karyanya, Kimi No Nawa (Your Name). Saking melejitnya, nama beliau sering dibanding-bandingkan dengan Hayao Miyazaki; bahkan banyak yang mengagungkan (baca: mendewakan) Shinkai-sensei dengan membuat artikel atau berpendapat kalau Kimi No Nawa lebih bagus dari Spirited Away-nya Miyazaki-sensei. Hal ini lumayan menggangguku no talking sebab: 1. Menurutku Kimi No Nawa itu excellent, but lacking the story (too mediocre) sehingga tidak membekas di hati—belum pantas disandingkan dengan film bikinan Ghibli 2. Orang-orang selalu mengaitkan Ghibli dengan Miyazaki, seakan Takahata dan juga director lainnya hanyalah butiran debu d'oh 3. Film bikinan Ghibli bukan cuma Spirited Away, My Neighbour Totoro, dan Grave of Fireflies! Duh, aku sayang kalian semua. calm down crazy rabbit

Karena sebab-sebab di ataslah aku memutuskan untuk merangkum film-film Ghibli yang kurang populer dalam sebuah list. Supaya referensi kalian soal film Ghibli lebih luas gitu. smug

(Next mungkin aku juga akan review film Shinkai selain Kimi No Nawa, okay?)

  1. Kiki’s Delivery Service (1989)

Film super jadul karya Hayao Miyazaki ini bercerita tentang Kiki, penyihir cilik yang baru menginjak usia 13 tahun. Menurut tradisi lama penyihir, setiap anak yang sudah berusia 13 tahun diharuskan pergi meninggalkan rumah pada bulan purnama untuk menjalani training penyihir selama setahun. Training-nya ini dilakukan di kota baru yang asing—bebas pilih yang mana selama belum ada penyihir di kota tersebut! dance with me crazy rabbit

kiki4

Banyak typo ni download-an 😦

kiki1Nah, Kiki beserta kucing hitamnya—Jiji—pun menemukan tempat untuk training di sebuah kota dekat laut yang indah. Kiki numpang tinggal di sebuah bakery gitu, dan memutuskan untuk bikin usaha delivery dengan memanfaatkan kemampuan terbangnya pakai sapu ijuk! kiki2kiki3

Film ini lucu, ringan, menyenangkan, dan juga punya pesan moral yang baik (sayangnya pesan moral ini kayaknya nggak bakal dimengerti sama anak di bawah 10-12 tahun yah). Cocok ditonton bareng keluarga nih!

P.S: aku suka banget sama Jiji, lucu kayak Ojan. broken heart

2. Only Yesterday (1991)

Satu lagi film jadul Ghibli—kali ini bikinan Isao Takahata.  Film ini bercerita tentang Taeko, wanita karir berusia menjelang 30 tahunan yang masih single. Diceritakan Taeko mengambil cuti panjang dari kantor untuk berlibur di kampung halaman kakak tirinya sembari melakukan field-work alias merasakan kerja ala petani di desa. Selama liburan, benak Taeko terus-menerus teringat akan kenangan masa kecilnya ketika masih kelas 5 SD. imageonly3

Seperti biasa Takahata menghadirkan suasana yang sangat humanis dalam filmnya. Karakternya digambarkan dengan proporsi realistis (nggak bermata gede berminar-minar kayak animu yang biasa kalian lihat) serta dibuat lebih ekspresif dibandingkan film-film Ghibli lainnya (adanya garis wajah ketika tersenyum misalnya). Hal-hal sesederhana makan nanas, cinta pertama, atau pun soal susahnya pelajaran matematika muncul dalam flashback Taeko menggunakan warna pastel yang lembut.

only1

only2

Duh deg-degan ditungguin kecengan 😦

Bukankah setiap orang pasti punya resentment dan joy semasa kecil yang sulit dilupakan—bahkan terbawa dan memengaruhi kita sampai dewasa? image

only4

Film ini heartwarming dan menyentuh banget, tetapi agak datar sehingga bakal bikin bosan kamu yang sukanya sama cerita dramatis. Sebenarnya film ini ber-genre romance juga loh! Kamu dijamin bakal terenyuh pada bagian credit di mana film ditutup dengan cerita dan musik yang indah banget. Film ini cocok ditonton orang dewasa yang lagi kangen masa kecil, kangen kampung halaman, yang muak sama kerjaan, atau pun kamu-kamu yang lagi desperate nyari jodoh. Niscaya tercerahkan setelah menonton film ini. laughing

3. La Tortue Rouge a.k.a The Red Turtle (2016)

Nah kalau ini masih anget dan unik banget nih! The Red Turtle adalah satu-satunya film Ghibli yang dibuat oleh orang Belanda, namanya Michael Dudok de Wit. Aku sendiri bingung sih kenapa pakai nama Ghibli, padahal cuma ada 6 orang studio Ghibli yang jadi crew project film ini (salah satunya Isao Takahata yang jadi Artistic Producer). Mungkin kayak kerjasama Ghibli dengan studio film luar Jepang kali yah. confused

Film ini bercerita tentang kehidupan seorang pria semenjak terdampar di pulau tropical tak berpenghuni—cuma ada kepiting, burung, dan walrus di sana. Dia pun berkali-kali bikin rakit dari bambu sebagai usahanya pergi dari pulau itu. Namun, usahanya ini selalu digagalkan oleh suatu makhluk misterius yang selalu mengoyak rakitnya ketika dia sudah berada di lautan. Si pria pun jadi desperate dan miserable banget, sempat berpikir untuk nyerah dan mati aja. Pada usahanya yang terakhir dia bertemu dengan seekor penyu merah raksasa yang magnificent! Kelak ia mendapati penyu tersebut menjelma menjadi seorang wanita berambut merah. what crazy rabbitturtle1turtle4

turtle3

Aku suka banget dengan pewarnaan malam hari di film ini yang dibuat monochromatic! :3

Aku sebenarnya agak bingung dengan beberapa aspek dalam film ini, mungkin karena The Red Turtle sarat metafor. Aku rasa sih intinya mengenai harmonisasi si pria dengan nature. Oia, saat sedang menonton kalian diwajibkan menyimak baik-baik setiap adegannya, sebab film ini tidak ada dialognya! dizzy crazy rabbitturtle2Imagery dari The Red Turtle juga sangat berbeda dengan style Ghibli yang biasanya (yah wajar sih yang buat kan orang Belanda dan bukan crew Ghibli). Warna dalam film ini seperti dibuat dengan tone cold sehingga terkesan agak suram—hal ini membuat kemunculan si penyu raksasa yang berwarna merah menjadi outstanding dan remarkable. Sound dalam film ini juga keren deh, membuat film ini terasa poetic dan unreal. Oleh karena itu please don’t expect a well-described movie, you better see it purely as an art! happy

4. The Tale of the Princess Kaguya (2013)

kaguya-poster

Dari google, lupa

Aku sudah review film ini sebelumnya hehehe. Film terakhir karya Isao Takahata ini merupakan salah satu film Ghibli yang paling aku suka. It’s very lovely, enchanted, artistic, touching, and sad (beneran nangis loh aku lihat endingnya image). Lihat review lengkapku di sini ya!

Nah, cukup empat itu dulu yah guys gurls! Aku capek harus download dan nonton semua dari awal lagi hahaha. Nantikan rekomendasi lain di postingan selanjutnya ya! Bhayy all! wave

Advertisements

10 thoughts on “Review: Kumpulan Film Ghibli yang Kurang Populer (Recommended!) (Part 1)

  1. fachrizalia says:

    Well sebenernya storylinenya gak bener bener ada, gak ada perubahan nasib di karakternya, yang ada makin menderita (gak mau spoiler) tapi kalau untuk rekomendasi film kalau mood lagi biru sih oke punya apalagi kalau punya tingkat intuisinya mendalam

    • Lotilac says:

      Hahaha gue intuitive person kok wkwk tapi nggak tahan sama film sedih kayak gitu. Punya filmnya tapi belum ada sub-nya. Dari pembukaan juga udah ketauan endingnya bakal gimana, udah sering liat review orang juga jadi udah tau 😀 Belum berani nonton takut nggak bisa tidur seminggu hahaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s