Review: Dunia Kafka (Kafka on The Shore)

Yeeeeeeay! Akhirnya aku berhasil menyelesaikan buku Kafka on The Shore setelah berjuang selama enam hari!pheew crazy rabbit

kafka_on_the_shore

dari Google

Kafka on The Shore adalah buku karangan Haruki Murakami, seorang penulis yang namanya baru kuketahui setahun belakangan ini. Sebelumnya aku tidak tahu kalau beliau terkenal banget di kancah internasional sebagai penulis Jepang kontemporer yang punya pengaruh besar di era modern. Malah sepertinya Murakami-sensei punya fan base yang besar (dan maniak), serta sering dianggap sebagai genre tersendiri (misalkan: wah buku ini Murakami banget!). Berdasarkan komentar di internet, aku mendapati bahwa Murakami adalah penulis yang kental dengan unsur surealis. Aku yang saat itu sedang tergila-gila dengan tulisan Seno Gumira Ajidarma jadi ngiler juga kepengen baca buku Murakami-sensei.

Sayangnya saat itu buku Murakami-sensei sedang tidak ada di peredaran. Pada akhirnya sih aku beli (ditraktir) Kafka on The Shore sewaktu kemarin ke acara IIBF di JCC. Tadinya sih kepengen beli 1Q84… tapi tebal banget mana trilogi pulak (aku lagi nggak mood sama novel yang terlalu panjang). Continue reading

Indonesia International Book Fair 2016

Holaaa semuanya! Sudah lama banget aku nggak nulis blog. Maklum tahun ini adalah tahun terakhir aku kuliah… jadi ada banyak kesibukan super gila (beserta BERIBU masalah yang menyertai) sehingga aku harus merelakan segala kesenanganku untuk waktu yang panjang.

(Next time akan coba kutuliskan apa saja yang terjadi pada hidupku di tahun 2016 ini.)

Tapi kesibukan serta masalahku sebagai mahasiswi hampir berakhir di tanggal 22 September kemarin (yeay! magic left crazy rabbit) karena aku sudah menyelesaikan sidang (yipiiie!magic right crazy rabbit).

Masih dalam suasana kepengen hura-hura, kemarin Jumat aku pergi ke Jakarta bersama mas-mas favoritku. Rencana awal sih berangkat Kamis, tapi gagal akibat hujan dan adanya demonstrasi buruh besar-besaran di Jakarta yang menolak Tax Amnesty (8.000-an orang yang demo!I don't want to see). Meski pagi hujan deres—meski suasana saat itu gloomy soothing enak buat bobo, aku tetap maksain diri bangun dari tempat tidur buat cabut ke Jakarta (yang ternyata diguyur hujan juga). Demi berburu buku langka (dan murah), siapa sih yang nggak mau datang ke Indonesia International Book Fair (IIBF)? Continue reading