Malang Kami Datang: Eco Green Park dan Jatim Park 3

LRM_EXPORT_12044303340263_20181122_222157285

19.11.18

Day 2 in Malang? Wohoo! dance with me crazy rabbit

Meski kemarin kami tidur larut malam (eh aku doang ding yang begadang), kami bangun cukup pagi hari ini (untuk ukuran liburan). We were so excited for new adventures! 

Sebelum main tentunya kami perlu mengisi perut dahulu. Kami pergi mencari sarapan di depan BNS karena semalam terlihat banyak street food di sana. Pagi itu kami mencicipi semangkuk soto Lamongan yang uenak tenan! Dengan porsi segunung, potongan ayam kampung, serta sebungkus kerupuk ikan, kami hanya menghabiskan Rp 13.500! Kuahnya yang hangat dan segar meresap ke dalam sukma (duileh bahasanya). Recommended banget lah soto ini! love food crazy rabbit

Pelajaran 1: Jangan takut menjajal street food saat liburan, apalagi makanan khas setempat.

IMG_20181119_090043_HDR

Now we’re ready for— Continue reading

Wisata Kuliner Bareng Loti dan Hardar

DCIM

*Post seputar liburan Malang masih berlanjut. Tulisan ini hanya selingan semata.

Hello readers! Today, I went for hangout with an old friend. The name is Hardar, one of my fave person from college (and also the most supportive one up until now). big grin

We haven’t seen each other for two years! Looks like he has gained weight during those years. tongue

Meski begitu, perkara berat badan tak menyurutkan niat Hardar untuk mencari penganan khas Bogor. Sebagai tuan rumah, aku bingung juga mau ajak ke mana buat menuruti permintaannya.

Kira-kira kami bakal kuliner ke mana ya? Continue reading

Malang Kami Datang: Arrival, Oleh-Oleh, BNS

LRM_EXPORT_222583547931204_20181127_23594039918.11.18

Setelah perjalanan yang melelahkan, aku dan Onyip tiba juga di stasiun Malang Kota Lama. Ah, badanku pegal-pegal, nggak sabar rasanya untuk segera menggerakan kaki dan berjumpa dengan matahari. Perut keroncongan, aku jadi terpikir untuk menyantap sarapan dulu sebelum bertolak ke penginapan. But I was surprised to see how quiet it was. Saat itu kira-kira pukul 8, tapi tidak terlihat pedagang satu pun—bahkan pujasera dalam stasiun juga masih tutup. Hmm, aneh ya, kupikir. Akhirnya kami memutuskan untuk mencari makan di sekitar penginapan saja.

Kami pun memesan Gocar. Order pertama di-cancel, order kedua diterima. Namun kami diminta untuk menunggu di RS depan stasiun Malang KL.

Bapak yang menjemput kami baik banget! happy Begitu turun, beliau dengan sigap langsung membukakan bagasi mobil dan memasukkan bawaan kami. Di jalan beliau tak sungkan mengajak ngobrol, mulai dari asal kami sampai tempat-tempat wisata yang beliau rekomendasikan. Dari percakapan itu lah kami mengetahui kalau perihal Gojek dan Grab di sana sangat sensitif—banyak ditentang sopir angkutan umum. Memang betul sepanjang liburanku di Malang, driver Gojek yang kutumpangi jarang sekali memakai atribut perusahaan. Continue reading

Malang Kami Datang: Departure

IMG-20181117-WA0006

Yeay! Akhirnya datang juga hari yang sudah lama kunanti!

To be honest I’ve been having shitty weeks. Banyak drama nggak perlu, juga banyak kerjaan di minggu terakhir sebelum pergi. Rasanya aku nggak ada jeda sama sekali untuk istirahat. Lelah badan dan batin ini, asli deh. Aku merasa lesu di hari keberangkatan—sempat terlintas penyesalan kenapa aku ambil cuti untuk pergi jauh. Belum lagi salah satu temanku, Nure, batal ikut di jam-jam terakhir. Namun aku tetap berangkat berdua dengan Onyip. Nggak mungkin juga toh kita nggak jadi pergi, kan sudah ambil cuti dan keluarin duit untuk tiket dan penginapan. sad

Aku berangkat dari kantor di Padjajaran, Bogor tanggal 17 November jam 11:30. Demi mengejar kereta jam 15:15, aku naik kereta sampai Stasiun Manggarai, kemudian lanjut naik Gojek ke Stasiun Senen. Waktu itu lumayan hectic karena bawaanku banyak, belum sempat makan siang, dan aku seorang diri. Mana ramai banget di sana. Mungkin karena saat itu hari Sabtu—dan Selasa depan libur jadi banyak yang sengaja ambil cuti. Continue reading

Morning Thoughts: A Moment of Decision

12/08/18
I’m having a serious talk with myself—like a parent who scolds her child for being mischievous. THAT child is in a big trouble, obviously
The discourse goes like this:
“Loti, why are you doing this?”
“I don’t know! I can’t stop it. It’s tempting—it’s irresistible.”
“But you’re hurting yourself.”
“I know.”
“But you make yourself look like a fool.”
“Probably.”
“I don’t like it one bit.”
“Who does?”
“…”
“I keep going because there’s uncertainty in it. There’s possibility.”
“Then let’s make it certain, for our own good.”
“But how?”
“Accept that it would never end well. Accept that it’s never meant for you.”

Asian Games 2018

1

“Let’s watch Asian Games!”

Semenjak sebulan lalu, aku sering berpapasan dengan spanduk bertuliskan Asian Games 2018 di jalan. Begitu semarak dan semangat semuanya menyambut event ini. Nggak heran sih. Asian Games ke-18 yang dimulai tanggal 18-08-18 di Indonesia—sehabis HUT RI pulak! Sungguh istimewa bukan?

Tapi… aku malah cuek-bebek. Nggak kepikir apa-apa soal Asian Games 2018, lempeng aja kayak jalan tol.

Ide buat nonton langsung Asian Games baru terlintas setelah lihat pembukaannya kayak gimana. Tiba-tiba aku, Onyip (bukan nama sebenarnya), dan Nure (bukan nama sebenarnya) jadi kebelet pengen datang ke Gelora Bung Karno.

Kita bertiga mendadak jadi Asian Games 2018 Enthusiasts. Grup Whatsapp kita, “Malang Kami Datang”, pun berganti nama menjadi “GBK We’re Coming”—seketika beralih fungsi jadi wadah share berita Asian Games 2018. laughing

Sayangnya, terhitung telat kita mencari tiket. Saking susahnya cari yang available, kita malah “asal” beli tiket buat nonton baseball. Padahal sih aslinya kita fans badminton—dan awam sama sekali soal baseball!dunno crazy rabbit Yang ada di pikiran kita saat itu, “Yang penting bisa ke GBK, yang penting bisa nikmatin suasana Asian Games.”

Ya kapan lagi juga sih bisa nonton Asian Games di Indonesia? Once in a lifetime experience lah. Padahal mah kantong lagi kering karena boros bulan ini—mana belum gajian pulak hiks.boohoo crazy rabbit

Seminggu kemudian, hari yang dinanti-nanti pun tiba. Tanggal 26 Agustus kemarin kita pergi ke GBK untuk lihat Indonesia lawan Hongkong. Continue reading

Depression: How It Feels Like

I know I know it’s out of nowhere. This is my first post of 2018 and yet I have to give you emo writing.

Yes, I’m having severe depression and quite mild social anxiety (or just anxiety?)—followed by anger management problems and negativistic/pessimistic trait.

My depression occurred around 2016. At that time, I had to face several stressing situations: internship, being heart-broken, the death of beloved cat, life after graduation, etc.  It might be easier for common people to get past those things, but I’m not one of them. I’m a malfunctioning INTP.

I have to struggle with my depression since then. It won’t let go of me—it gets worse each day. It is part of me now—I have to accept it. Pretending I’m OK had only made it worse. This is why I wrote this post. It’s a way to deal with my reoccurring depression and move on with life.

So, how it’s like to be engulfed in depression? Continue reading