Morning Thoughts: A Moment of Decision

12/08/18
I’m having a serious talk with myself—like a parent who scolds her child for being mischievous. THAT child is in a big trouble, obviously
The discourse goes like this:
“Loti, why are you doing this?”
“I don’t know! I can’t stop it. It’s tempting—it’s irresistible.”
“But you’re hurting yourself.”
“I know.”
“But you make yourself look like a fool.”
“Probably.”
“I don’t like it one bit.”
“Who does?”
“…”
“I keep going because there’s uncertainty in it. There’s possibility.”
“Then let’s make it certain, for our own good.”
“But how?”
“Accept that it would never end well. Accept that it’s never meant for you.”

Advertisements

Asian Games 2018

1

“Let’s watch Asian Games!”

Semenjak sebulan lalu, aku sering berpapasan dengan spanduk bertuliskan Asian Games 2018 di jalan. Begitu semarak dan semangat semuanya menyambut event ini. Nggak heran sih. Asian Games ke-18 yang dimulai tanggal 18-08-18 di Indonesia—sehabis HUT RI pulak! Sungguh istimewa bukan?

Tapi… aku malah cuek-bebek. Nggak kepikir apa-apa soal Asian Games 2018, lempeng aja kayak jalan tol.

Ide buat nonton langsung Asian Games baru terlintas setelah lihat pembukaannya kayak gimana. Tiba-tiba aku, Onyip (bukan nama sebenarnya), dan Nure (bukan nama sebenarnya) jadi kebelet pengen datang ke Gelora Bung Karno.

Kita bertiga mendadak jadi Asian Games 2018 Enthusiasts. Grup Whatsapp kita, “Malang Kami Datang”, pun berganti nama menjadi “GBK We’re Coming”—seketika beralih fungsi jadi wadah share berita Asian Games 2018. laughing

Sayangnya, terhitung telat kita mencari tiket. Saking susahnya cari yang available, kita malah “asal” beli tiket buat nonton baseball. Padahal sih aslinya kita fans badminton—dan awam sama sekali soal baseball!dunno crazy rabbit Yang ada di pikiran kita saat itu, “Yang penting bisa ke GBK, yang penting bisa nikmatin suasana Asian Games.”

Ya kapan lagi juga sih bisa nonton Asian Games di Indonesia? Once in a lifetime experience lah. Padahal mah kantong lagi kering karena boros bulan ini—mana belum gajian pulak hiks.boohoo crazy rabbit

Seminggu kemudian, hari yang dinanti-nanti pun tiba. Tanggal 26 Agustus kemarin kita pergi ke GBK untuk lihat Indonesia lawan Hongkong. Continue reading

Depression: How It Feels Like

I know I know it’s out of nowhere. This is my first post of 2018 and yet I have to give you emo writing.

Yes, I’m having severe depression and quite mild social anxiety (or just anxiety?)—followed by anger management problems and negativistic/pessimistic trait.

My depression occurred around 2016. At that time, I had to face several stressing situations: internship, being heart-broken, the death of beloved cat, life after graduation, etc.  It might be easier for common people to get past those things, but I’m not one of them. I’m a malfunctioning INTP.

I have to struggle with my depression since then. It won’t let go of me—it gets worse each day. It is part of me now—I have to accept it. Pretending I’m OK had only made it worse. This is why I wrote this post. It’s a way to deal with my reoccurring depression and move on with life.

So, how it’s like to be engulfed in depression? Continue reading

CPNS 2017 – SKB Kemenperin

*This post will be useful for future readers who are going to face SKB Kemenperin

Selang seminggu dari SKD CAT, aku selalu menyempatkan diri untuk mengecek website Kemenperin. Nihil. Sampai pada suatu Jumat aku lihat halaman rekruitmennya berubah polos kosong. Kupikir, “wah kayaknya udah mau di-upload nih pengumuman baru.”

Keesokan harinya, seperti biasa aku langsung cek henpon ketika bangun tidurteehee crazy rabbit . Kudapati beberapa alumni menyelamatiku di Whatsapp, “Selamat ya Rai semoga sukses!”

“Huh memang ada apa ya?” aku masih belum melek betul. Kulihat mereka menyertakan tautan pdf di chat-nya. Ternyata sudah keluar pengumuman peserta yang lolos SKD—dan aku termasuk ke dalam 712 orang yang lolos!  happiness crazy rabbitUnbelievable! Lucu sekali aku tau kabar ini malah dari orang lain. Ternyata mereka sudah tau dari grup Whatsapp regional masing-masing. Pengumumannya sempat di-upload di website Kemenperin, tapi entah kenapa dihapus lagi. Untung saja aku dikasih tau loh berhubung aku nggak gabung grup Whatsapp CPNS.

Sabtu pagi itu aku merasa senang dan bangga. Baru saja Jumat kemarin aku merasa low sekali dalam hidup sad. I used to keep the flame in myself no matter how shitty my life is and how pessimistic I am. But strangely at that time I was no longer passionate or care of my dreams. Maka kabar kelulusanku ini membuatku hidup lagi. Life is strange isn’t it? That something you’ve never cared before in your whole life suddenly able to cheer you up.

Selain itu aku turut merasa cemas. Aku kebagian tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) tanggal 16 November yang mana adalah Kamis minggu depan. Aku tidak antisipasi bakal lanjut, dan nggak ada bayangan sama sekali SKB kayak gimana (apalagi SKB Kemenperin, nggak nemu tulisan orang di Google). Dalam waktu 6 hari yang bagiku terbilang singkat, aku harus persiapan apa? worried Continue reading

CPNS 2017 – SKD CAT Kemenperin (Beware, Long Dramatic Story!)

*This post will be useful for future readers who are applying for Kemenperin

Helooow guys! Mungkin banyak dari kalian yang nggak tau kalau aku ikut tes CPNS 2017 big grin. Perlu diketahui kalau aku sebenarnya nggak pernah kepikiran jadi PNS batting eyelashes. Apabila berita soal pembukaan CPNS gelombang II nggak terdengar oleh my bff dan ortuku, dapat dipastikan aku nggak bakal daftar. Namun karena pilihanku saat ini sangat terbatas, aku coba ambil kesempatan deh.

Sebagai lulusan D3 Analisis Kimia, aku ambil formasi satu-satunya yang kutau tersedia buatku, yakni teknisi laboratorium di Kementrian Perindustrian (Kemenperin). Meski berawal dari keterpaksaan, aku niatkan buat belajar materi kewarganegaraan dari jauh-jauh hari (tapi sambil males-malesan parah sih). Bagiku ini lebih kayak tantangan diri sejauh mana kemampuanku dibanding masalah aku ngebet pengen jadi PNS.

*Oia, tadinya tahun ini Kemenperin menjadwalkan tes potensi khusus (TPK) dulu sebelum Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang pakai sistem CAT. Karena tetiba ditiadakan, fast forward langsung validasi dokumen dan SKD deh*

Sungguh aku ini super dodol. Aku nggak ikut grup Whatsapp CPNS Kemenperin meski di FB peserta lain pada ngemis minta masuk grup (kupikir ngapain juga, pasti berisik nggak jelas—ujung-ujungnya pun nggak akan kubaca). Aku juga keasikan baca materi sejarah dan kewarganegaraan sampai nggak ngeh kalau ada section TIU dan TKP! Aku baru latihan Bahasa Indonesia (nggak sempet latihan matematika) dan mempelajari trik TKP di H-3. Asli deh di hari-hari menjelang ujian itu rasanya hectic sekali—sakit kepala, stress, dan super panik karena banyak yang belum dipelajari at wits' end. Semakin panik lagi saat aku tau kalau aku kebagian tes di Maria Convention Hall, tempat yang katanya banyak masalah teknis sampai-sampai pernah ada kloter kementrian lain yang lewat tengah malam masih tes. Mana aku kebagian tes jam set 7 maghrib pulak. dizzy crazy rabbit Continue reading

Indonesia International Book Fair 2017: The Longest Journey

preview

*Beware, very long post!

Hola guys gurls! Sudah lama nggak jumpa lewat postinganku nih! Hehehe. big grin

Sebenarnya banyak banget hal yang pengen kutulis di blog. Namun karena satu dan lain hal aku belum bisa nulis sesuatu yang baru. We’ll talk about it on later posts, kay? sad

Nah, buat sekarang lebih baik aku cerita dulu yang masih anget nih!

Yup, kemarin ini aku baru saja pergi ke IIBF for the third time! Wohoo! Aku sudah menantikan acara ini dari awal tahun loh! Terbayang selalu keasikan berburu buku murah dan mengaduk-aduk tumpukan buku bekas di tahun kemarin. blush crazy rabbit

Sayangnya kali ini aku tidak pergi dengan mas favoritku karena doi sedang tidak di jabodetabek. Maka aku pun pergi dengan one of my bffs Stik yang sangat kegirangan karena belum pernah mengunjungi IIBF. dance with me crazy rabbit

Setelah gonta-ganti rencana, kita akhirnya berangkat di hari Jumat—sekitar 10 kurang dari Bogor. Karena aku sudah pernah ke sana, perjalanan pun mengikuti arahanku yakni turun di stasiun Cawang (yang paling dekat dari Bogor dibanding pilihan acara lalu lanjut naik TransJakarta—kira-kira tidak sampai setengah jam lah.

Unfortunately, turned out it wasn’t our lucky day. Continue reading